• Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro  |             | 

Farida Hidayati dan DRD Bojonegoro Kunjungi Desa Wisata Sumberrarum


Bojonegorokab.go.id - Anggota DPR RI Farida Hidayati beserta anggota Dewan Riset Daerah (DRD) Bojonegoro berkunjung ke Desa Sumberrarum, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (21/10/2020). Mereka mendukung penuh pengembangan bidang pertanian dan Desa Wisata tersebut. Dalam kesempatan tersebut Farida Hidayati melihat langsung pengembangan budidaya jambu citra merah yang kini disebut jambu citra arum yang terkenal punya warna cantik dan rasa yang manis. “Dengan dikembangkanya potensi desa seperti pengembangan tanaman matoa di mana tanaman ini sangat cocok dikembangkan di Daerah tepian Bengawan Solo,” kata Farida. Ia menjelaskan, di samping tanahnya yang subur juga berfungsi untuk menahan erosi sungai karena pohon matoa yang uikuranya besar mempunyai sistem akar yang kuat. Selain itu juga akan menciptakan wisata baru yang dapat menumbuhkan serta medongkrak ekonomi kerakyatan yang menjadikan desa tersebut menjadi desa mandiri dan tidak tergantung pada APBDes dari pemerintah kabupaten. ”Kami selaku perwakilan rakyat akan terus memperjuangkan keinginan masyarakat dengan tujuan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya. Sementara itu, anggota Dewan Riset Daerah (DRD) Bojonegoro, Sigit Budi sebagai peneliti pertanian menuturkan masyarakat Desa Sumberarum Kecamatan Ngraho telah berhasil mengembangkan jambu air dan tanaman matoa yang berasal dari Papua Barat yang sudah mampu berbuah. Tanaman matoa sendiri dapat dikembangkan dengan du acara, yakni secara generatif (menanam biji) dan vegetative (pencangkokan). “Jika berminat dengan pembudidayaan matoa secara vegetatif (pencangkojkan) disarankan untuk memilih induk yang sudah menghasilkan buah dengan kualitas super, baik rasa maupun ketahanan pohon terhadap penyakit atau hama,” tuturnya. Sigit juga menambahkan, dalam Orientasi desa Wisata harus menggunakan strategi yaitu kerajinan menjadi desa wisata berbasis kerajinan local, seni budaya menjadi desa wisata berbasis seni budaya, pertanian menjadi desa wisata berbasis pertanian, dan keindahan alam lingkungan menjadi wisata desa berbasis nuansa alam.(FIF/Kominfo)
  • By admin
  • 22-10-2020
  • 226